Apresiasi Terhadap Elemen Logam
December 3, 2013 (No Comments) by D'traveller

Author & Foto : Sendy Aditya Saputra

Indonesia, negeri yang berdiri dari keanekaragaman suku bangsa, agama dan budaya telah mewarnai sisi kehidupan masyarakatnya. Tradisi dan perilaku religi memang tampak tertanam di dalam sejati diri seluruh masyarakat bumi pertiwi. Hingga sebuah apresiasi yang diutarakan oleh para penganutnya pun tampak unik dan berbeda, yang menjadikan budaya dan agama di Indonesia penuh dengan warna.

Seperti apresiasi yang dilakukan oleh para Hinduisme di Bali yakni Tumpek Landep. Hari raya yang merupakan dikhususkan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud sebagai Dewa Senjata atau Pasupati. Tumpek Landep diperingati saat Saniscara Kliwon wuku landep setiap 6 bulan sekali.

Dalam hal perayaan ini, Tumpek Landep mengandung pengertian sebagai ungkapan rasa terimakasih umat Hindu khususnya di Bali terhadap Sang Hyang Widi Wasa yang turun ke dunia dan memberikan ketajaman pemikiran kepada manusia. Dari deskripsi ketajaman itulah layaknya senjata yang membentuk lancip atau runcing seperti keris, tombak dan pedang.

Nah, hingga era dewasa ini pengertian Tumpek Landep pun seakan penuh dengan pengertian yang mendalam atas apresiasinya. Bahan-bahan yang terbuat dari logam seperti, besi, perak, perunggu dan lainnya dimana yang sudah banyak membantu dan mempermudahkan pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari ikut diapresiasikan dalam hari raya Tumpek Landep..

Dari perayaan ini, masyarakat Hinduisme di Bali biasanya melakukan upacara ini mulai dari pagi hingga senja di rumah dan pura dengan cara mengumpulkan benda-benda pusaka atau benda yang terbuat dari logam.  Setiap unsur yang mengandung besi atau benda bergerak yang terbuat dari logam seperti, mobil dan motor juga alat-alat rumah tangga dan lainnya pun diupacarakan.

Benda-benda tersebut diberikan hiasan khusus dari janur yang akrab disebut oleh masyarakat di Bali yakni tamian. Dalam rangkaian upacara semua benda-benda tersebut diberikan sesajen atau sajian dalam bentuk makanan dan minuman yang bermaksud dapat mempermudah dan memperlancar kegiatan manusia untuk menjalani kehidupannya.

Berbagai puja-puji yang terlayangkan dari bibir masyarakat Hinduisme di Bali dan tetesan air suci yang disiramkan oleh para pemangku membasahi benda-benda tersebut seakan membersihkan dari balutan energi negatif  dan roh-roh jahat. Wewangian dupa, lantunan ayat-ayat suci dan diramaikan oleh irama gamelan menjadi terasa meriah dan khitmad.

Dari pemaparan tersebutlah, hari raya Tumpek Landep merupakan perayaan yang mengandung arti permohonan, ungkapan syukur dan terimakasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan kemudahan, rahmat dan ketajaman pikiran kepada umat manusia khususnya Hinduisme di Bali yang diajarkan dapat mempergunakan dan memanfaatkan benda yang terbut dari logam untuk kesejahteraan dan kemakmuran dalam menjalankan kehidupan di alam ramai ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art

Apresiasi Terhadap Elemen Logam
December 3, 2013 (No Comments) by D'traveller

Author & Foto : Sendy Aditya Saputra

Indonesia, negeri yang berdiri dari keanekaragaman suku bangsa, agama dan budaya telah mewarnai sisi kehidupan masyarakatnya. Tradisi dan perilaku religi memang tampak tertanam di dalam sejati diri seluruh masyarakat bumi pertiwi. Hingga sebuah apresiasi yang diutarakan oleh para penganutnya pun tampak unik dan berbeda, yang menjadikan budaya dan agama di Indonesia penuh dengan warna.

Seperti apresiasi yang dilakukan oleh para Hinduisme di Bali yakni Tumpek Landep. Hari raya yang merupakan dikhususkan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud sebagai Dewa Senjata atau Pasupati. Tumpek Landep diperingati saat Saniscara Kliwon wuku landep setiap 6 bulan sekali.

Dalam hal perayaan ini, Tumpek Landep mengandung pengertian sebagai ungkapan rasa terimakasih umat Hindu khususnya di Bali terhadap Sang Hyang Widi Wasa yang turun ke dunia dan memberikan ketajaman pemikiran kepada manusia. Dari deskripsi ketajaman itulah layaknya senjata yang membentuk lancip atau runcing seperti keris, tombak dan pedang.

Nah, hingga era dewasa ini pengertian Tumpek Landep pun seakan penuh dengan pengertian yang mendalam atas apresiasinya. Bahan-bahan yang terbuat dari logam seperti, besi, perak, perunggu dan lainnya dimana yang sudah banyak membantu dan mempermudahkan pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari ikut diapresiasikan dalam hari raya Tumpek Landep..

Dari perayaan ini, masyarakat Hinduisme di Bali biasanya melakukan upacara ini mulai dari pagi hingga senja di rumah dan pura dengan cara mengumpulkan benda-benda pusaka atau benda yang terbuat dari logam.  Setiap unsur yang mengandung besi atau benda bergerak yang terbuat dari logam seperti, mobil dan motor juga alat-alat rumah tangga dan lainnya pun diupacarakan.

Benda-benda tersebut diberikan hiasan khusus dari janur yang akrab disebut oleh masyarakat di Bali yakni tamian. Dalam rangkaian upacara semua benda-benda tersebut diberikan sesajen atau sajian dalam bentuk makanan dan minuman yang bermaksud dapat mempermudah dan memperlancar kegiatan manusia untuk menjalani kehidupannya.

Berbagai puja-puji yang terlayangkan dari bibir masyarakat Hinduisme di Bali dan tetesan air suci yang disiramkan oleh para pemangku membasahi benda-benda tersebut seakan membersihkan dari balutan energi negatif  dan roh-roh jahat. Wewangian dupa, lantunan ayat-ayat suci dan diramaikan oleh irama gamelan menjadi terasa meriah dan khitmad.

Dari pemaparan tersebutlah, hari raya Tumpek Landep merupakan perayaan yang mengandung arti permohonan, ungkapan syukur dan terimakasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan kemudahan, rahmat dan ketajaman pikiran kepada umat manusia khususnya Hinduisme di Bali yang diajarkan dapat mempergunakan dan memanfaatkan benda yang terbut dari logam untuk kesejahteraan dan kemakmuran dalam menjalankan kehidupan di alam ramai ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art