Festival Danau Toba, Aset Tak Tenilai Sumatera Utara
September 28, 2014 (No Comments) by D'traveller

Travelistasia.com.- Seperti di lansir pada website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ,    pada waktu yang lalu kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung Pemerintah Daerah Sumatera Utara menyelenggarakan Festival Danau Toba, yang diadakan pada 17-21 September 2014. Festival tersebut diadakan sebagai bukti bahwa Sumatera Utara memiliki aset seni, budaya, kearifan lokal serta keindahan alam sebagai daya tarik pariwisata.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Danau Toba (FDT) mengakui bahwa festival ini tengah merambah dunia international setelah FDT tahun 2013 berlangsung dengan sukses. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan mancanegara yang hadir pada pembukaan tersebut.

“Banyak wisman yang datang dari Belanda, Inggris, Itali, apalagi datang dari Malaysia dan Thailand. Ini bukti Festival Danau Toba sudah go internasional. Aspek budaya sangat tinggi dan berakar di Indonesia menjadi daya tarik. Festival Danau Toba menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sapta pada saat membuka secara resmi dengan memukul gong didampingi Gubernur Sumatera Utara tanda pembukaan Festival Danau Toba 2014 di Center Balige, Pagarbatu Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (17/9).

Menurut Sapta festival ini berpotensi untuk mendatangkan wisatawan, baik wisman maupun wisnus. “Jika dikelola dengan baik, dalam 5-10 tahun Toba akan dibanjiri wisatawan mancanegara. Untuk itu kiat-kiat promosi perlu terus dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Sapta Nirwandar menyatakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkandung dalam penyelenggaraan Festival Danau Toba, dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian di daerah khususnya dan Indonesia umumnya, mengingat sektor ini multiplier effect.

Tokoh masyarakat Sumut T.B Silalahi dalam sambutannya menyebutkan harapannya terkait dengan pelaksanaan Festival Danau Toba, bahwa pariwisata Danau Toba ini bisa berkembang dengan baik apabila didukung oleh seluruh komponen, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang juga akan meningkat.
“Festival Danau Toba ini telah mampu mendatangkan banyak wisatawan dalam maupun luar negeri. Tapi festival ini belum banyak mendatangkan banyak turis ke daerah sekitar Danau Toba. Saya berharap jika nanti pariwisata Danau Toba ini berkembang maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat.” katanya.

Sedangkan pernyataan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya menyebutkan bahwa Festival Danau Toba ini merupakan bukti keragaman budaya dan keindahan alam Sumut. “Festival Danau Toba dapat menjadi wahana penguat toleransi dan persatuan bangsa,” sebutnya.

Pada acara tersebut Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan piagam penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Sumatera Utara dan Aceh yang memprakarsai pembuatan Ulos Terpanjang, Parade Ulos Sadum memecahkan rekor panjangnya mencapai 500 meter. Pencatatan rekor berlangsung di Museum Batak TB Silalahi Center, Pagarbatu dan selanjutnya dibawa ke Lapangan Sisingamangaraja XII Balige. (Pukompublik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

June 2018
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Asian Art

Festival Danau Toba, Aset Tak Tenilai Sumatera Utara
September 28, 2014 (No Comments) by D'traveller

Travelistasia.com.- Seperti di lansir pada website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ,    pada waktu yang lalu kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung Pemerintah Daerah Sumatera Utara menyelenggarakan Festival Danau Toba, yang diadakan pada 17-21 September 2014. Festival tersebut diadakan sebagai bukti bahwa Sumatera Utara memiliki aset seni, budaya, kearifan lokal serta keindahan alam sebagai daya tarik pariwisata.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Danau Toba (FDT) mengakui bahwa festival ini tengah merambah dunia international setelah FDT tahun 2013 berlangsung dengan sukses. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan mancanegara yang hadir pada pembukaan tersebut.

“Banyak wisman yang datang dari Belanda, Inggris, Itali, apalagi datang dari Malaysia dan Thailand. Ini bukti Festival Danau Toba sudah go internasional. Aspek budaya sangat tinggi dan berakar di Indonesia menjadi daya tarik. Festival Danau Toba menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sapta pada saat membuka secara resmi dengan memukul gong didampingi Gubernur Sumatera Utara tanda pembukaan Festival Danau Toba 2014 di Center Balige, Pagarbatu Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (17/9).

Menurut Sapta festival ini berpotensi untuk mendatangkan wisatawan, baik wisman maupun wisnus. “Jika dikelola dengan baik, dalam 5-10 tahun Toba akan dibanjiri wisatawan mancanegara. Untuk itu kiat-kiat promosi perlu terus dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Sapta Nirwandar menyatakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkandung dalam penyelenggaraan Festival Danau Toba, dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian di daerah khususnya dan Indonesia umumnya, mengingat sektor ini multiplier effect.

Tokoh masyarakat Sumut T.B Silalahi dalam sambutannya menyebutkan harapannya terkait dengan pelaksanaan Festival Danau Toba, bahwa pariwisata Danau Toba ini bisa berkembang dengan baik apabila didukung oleh seluruh komponen, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang juga akan meningkat.
“Festival Danau Toba ini telah mampu mendatangkan banyak wisatawan dalam maupun luar negeri. Tapi festival ini belum banyak mendatangkan banyak turis ke daerah sekitar Danau Toba. Saya berharap jika nanti pariwisata Danau Toba ini berkembang maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat.” katanya.

Sedangkan pernyataan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya menyebutkan bahwa Festival Danau Toba ini merupakan bukti keragaman budaya dan keindahan alam Sumut. “Festival Danau Toba dapat menjadi wahana penguat toleransi dan persatuan bangsa,” sebutnya.

Pada acara tersebut Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan piagam penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Sumatera Utara dan Aceh yang memprakarsai pembuatan Ulos Terpanjang, Parade Ulos Sadum memecahkan rekor panjangnya mencapai 500 meter. Pencatatan rekor berlangsung di Museum Batak TB Silalahi Center, Pagarbatu dan selanjutnya dibawa ke Lapangan Sisingamangaraja XII Balige. (Pukompublik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

June 2018
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Asian Art