Indonesia Promosikan Rempah-Rempah dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show
January 26, 2015 (No Comments) by D'traveller

Indonesia Promosikan Rempah-Rempah dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show

Untuk mempromosikan rempah-rempah Indonesia yang begitu kaya dan telah diakui dunia, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda berpatisipasi dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show yang berlangusng pada 12-15 Januari di Amsterdam RAI Exhibition and Convention Centre, Belanda.

Ini adalah partisipasi pertama Indonesia dalam pameran kuliner terkemuka di Eropa. Indonesia juga menjadi negara pertama di kawasan Asia dan Afrika yang berhasil ikut serta di ajang perdagangan industri tingkat internasional tersebut. Hal itu patut dibanggakan karena Ethnic Food Eropa dikenal sebagai kiblat pameran pangan sekaligus tempatnya ragam pangan dari berbagai negara berkumpul.

Acara yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan beberapa negara yang memamerkan hasil bumi, produk makanan jadi, bumbu dan rempah-rempah lokal. Ethnic Food Europe juga menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli sekaligus pintu masuk perdagangan antar negara dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, ajang ini membantu perkembangan industri makanan dan minuman masing-masing negara.

Indonesia pada Ethnic Food Europe 2015 Trade Show menempati booth bernama Paviliun Indonesia. Melalui ruang seluas 60 meter persegi, dibuktikan kekayaan rempah Indonesia yang begitu beragam dari Sabang sampai Merauke. Pengunjung bisa melihat merica butiran, biji pala hingga kayu manis.

Paviliun Indonesia turut memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada 14 ribu pengunjung yang hadir setiap harinya. Mereka bisa menemukan produk makanan organik dan rempah etnik dari Kampung Kearifan (Javara) serta bumbu olaha produk dalam negeri.

Msakan khas Minang pun dibawa hingga ke Belanda demi memuaskan rasa keingintahuan masyarakat luar negeri akan makanan tradisional Indonesia. Beberapa hidangan Minang yang disajikan di Paviliun Indonesia antara lain: aneka rendang telur, suwir, teri, belut dan paru. Terdapat pula produk olahan tuna dan makarel kalengan hingga kopi luwak aneka rasa.

Selain itu, deretan chef profesional Indonesia yang tinggal di Belanda berkesempatan memberikan demo masak, beberapa nama yang berpatisipasi adalah chef Eduard Roesdi (chef owner Iboe Tjilik, Belanda), Didi Han (Senior Chef), serta Gentur Respati (Ambassador of Indonesia Chef Association – ICA-Belanda) dan Agus Hermawan (Executive chef Restaurant Blauw).

Rempah-rempah sendiri merupakan bagian tumbuhan (berupa akar, batang, atau daun) yang beraroma kuat dan sering digunakan dalam jumlah kecil dalam makanan sebagai pengawet atau perisa masakan. Masakan dari berbagai daerah di Indonesia terkenal dengan kelezatan rasa serta aromanya. Kunci kekuatan rasa terletak pada bumbu dan rempah-rempahnya yang sangat berkualitas.

Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.FAO  menyatakan Indonesia adalah Negara penghasil rempah cengkih nomor 1 di dunia, penghasil pala nomor 3 di dunia dan penghasil lada nomor 2 di dunia.

Rempah-rempah Nusantara telah digunakan berbagai bangsa di dunia sejak lama, bahkan India sudah menggunakan rempah-rempah dari Maluku sejak 1.000 tahun yang lalu. Rempah-rempah pula yang mengantarkan Bangsa Eropa menjajah Nusantara karena memang rempah-rempah tumbuh subur di kawasan tropis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art

Indonesia Promosikan Rempah-Rempah dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show
January 26, 2015 (No Comments) by D'traveller

Indonesia Promosikan Rempah-Rempah dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show

Untuk mempromosikan rempah-rempah Indonesia yang begitu kaya dan telah diakui dunia, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda berpatisipasi dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show yang berlangusng pada 12-15 Januari di Amsterdam RAI Exhibition and Convention Centre, Belanda.

Ini adalah partisipasi pertama Indonesia dalam pameran kuliner terkemuka di Eropa. Indonesia juga menjadi negara pertama di kawasan Asia dan Afrika yang berhasil ikut serta di ajang perdagangan industri tingkat internasional tersebut. Hal itu patut dibanggakan karena Ethnic Food Eropa dikenal sebagai kiblat pameran pangan sekaligus tempatnya ragam pangan dari berbagai negara berkumpul.

Acara yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan beberapa negara yang memamerkan hasil bumi, produk makanan jadi, bumbu dan rempah-rempah lokal. Ethnic Food Europe juga menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli sekaligus pintu masuk perdagangan antar negara dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, ajang ini membantu perkembangan industri makanan dan minuman masing-masing negara.

Indonesia pada Ethnic Food Europe 2015 Trade Show menempati booth bernama Paviliun Indonesia. Melalui ruang seluas 60 meter persegi, dibuktikan kekayaan rempah Indonesia yang begitu beragam dari Sabang sampai Merauke. Pengunjung bisa melihat merica butiran, biji pala hingga kayu manis.

Paviliun Indonesia turut memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada 14 ribu pengunjung yang hadir setiap harinya. Mereka bisa menemukan produk makanan organik dan rempah etnik dari Kampung Kearifan (Javara) serta bumbu olaha produk dalam negeri.

Msakan khas Minang pun dibawa hingga ke Belanda demi memuaskan rasa keingintahuan masyarakat luar negeri akan makanan tradisional Indonesia. Beberapa hidangan Minang yang disajikan di Paviliun Indonesia antara lain: aneka rendang telur, suwir, teri, belut dan paru. Terdapat pula produk olahan tuna dan makarel kalengan hingga kopi luwak aneka rasa.

Selain itu, deretan chef profesional Indonesia yang tinggal di Belanda berkesempatan memberikan demo masak, beberapa nama yang berpatisipasi adalah chef Eduard Roesdi (chef owner Iboe Tjilik, Belanda), Didi Han (Senior Chef), serta Gentur Respati (Ambassador of Indonesia Chef Association – ICA-Belanda) dan Agus Hermawan (Executive chef Restaurant Blauw).

Rempah-rempah sendiri merupakan bagian tumbuhan (berupa akar, batang, atau daun) yang beraroma kuat dan sering digunakan dalam jumlah kecil dalam makanan sebagai pengawet atau perisa masakan. Masakan dari berbagai daerah di Indonesia terkenal dengan kelezatan rasa serta aromanya. Kunci kekuatan rasa terletak pada bumbu dan rempah-rempahnya yang sangat berkualitas.

Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.FAO  menyatakan Indonesia adalah Negara penghasil rempah cengkih nomor 1 di dunia, penghasil pala nomor 3 di dunia dan penghasil lada nomor 2 di dunia.

Rempah-rempah Nusantara telah digunakan berbagai bangsa di dunia sejak lama, bahkan India sudah menggunakan rempah-rempah dari Maluku sejak 1.000 tahun yang lalu. Rempah-rempah pula yang mengantarkan Bangsa Eropa menjajah Nusantara karena memang rempah-rempah tumbuh subur di kawasan tropis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art