Omed-omedan, Tradition Kissing at BaliOmed-omedan. Tradisi Ciuman di Bali
August 4, 2013 (No Comments) by D'traveller

After Nyepi day, there is a unique tradition that is always held by the young people of Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, namely omed-omedan or mass kiss between young men and women the village, which in the event was intended as a form of happiness in the geni Ngembak. In Indonesian, omed-omedan means of attraction. “Omed-omedan an ancestral culture that continues to this day in the preserve.
Omed-omedan participants are young people ranging from ages 17 years to 30 years or are already an adult but not yet married. The procession begins omed-omedan marked with prayers shared among participants omed – omedan in temple row. The ceremony is intended to invoke the safety and smooth running during the event. After the prayer, the participants divided into 2 groups of men and women. Approximately 50 youth are dealing with 50 girls. Once there was the cue from the village elders, the two groups meet each other and kissing each other leading participants in front of thousands of spectators crowded around the site omed-omedan.
In event-omedanpun omed no rules, one of which is the kiss should not be too long, because there are indigenous elders who would stop kissing these two young people, it is characterized by two youths flushing with water by indigenous elders, and it signifies should be removed or quits kiss that lasted a few seconds. This tradition gives meaning tehadap honor ancestors and God Almighty. Also has a high social value of fostering a sense of solidarity for the people especially the young generation, and ask each other in joy and sorrow. (Jak)Sehari pasca-Nyepi, ada sebuah tradisi unik yang selalu digelar oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, yakni omed-omedan atau ciuman massal antara pemuda dan pemudi desa, yang mana dalam acara ini bertujuan sebagai wujud kebahagiaan di hari ngembak geni. Dalam bahasa indonesia, omed-omedan berarti tarik-menarik. “Omed-omedan merupakan budaya leluhur yang sampai saat ini terus di lestarikan.

Peserta omed-omedan adalah pemuda-pemudi mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah. Prosesi omed-omedan dimulai ditandai  dengan persembahyangan bersama antar peserta omed – omedan di pura banjar. Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.

Dalam acara omed-omedanpun ada aturannya, salah satunya adalah tidak boleh berciuman terlalu lama, karena ada sesepuh adat yang akan menghentikan ciuman kedua pemuda-pemudi tersebut, hal itu ditandai dengan disiramnya kedua pemuda-pemudi tersebut dengan air oleh sesepuh adat, dan itu menandakan harus dilepas atau disudahi ciumannya yang berlangsung dalam beberapa detik saja. Tradisi ini memberi makna penghormatan tehadap leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Juga memiliki nilai sosial tinggi memupuk rasa kesetiakawanan warga khususnya generasi muda untuk saling memberi dan meminta dalam suka dan duka. (Jak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

August 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Asian Art

Omed-omedan, Tradition Kissing at BaliOmed-omedan. Tradisi Ciuman di Bali
August 4, 2013 (No Comments) by D'traveller

After Nyepi day, there is a unique tradition that is always held by the young people of Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, namely omed-omedan or mass kiss between young men and women the village, which in the event was intended as a form of happiness in the geni Ngembak. In Indonesian, omed-omedan means of attraction. “Omed-omedan an ancestral culture that continues to this day in the preserve.
Omed-omedan participants are young people ranging from ages 17 years to 30 years or are already an adult but not yet married. The procession begins omed-omedan marked with prayers shared among participants omed – omedan in temple row. The ceremony is intended to invoke the safety and smooth running during the event. After the prayer, the participants divided into 2 groups of men and women. Approximately 50 youth are dealing with 50 girls. Once there was the cue from the village elders, the two groups meet each other and kissing each other leading participants in front of thousands of spectators crowded around the site omed-omedan.
In event-omedanpun omed no rules, one of which is the kiss should not be too long, because there are indigenous elders who would stop kissing these two young people, it is characterized by two youths flushing with water by indigenous elders, and it signifies should be removed or quits kiss that lasted a few seconds. This tradition gives meaning tehadap honor ancestors and God Almighty. Also has a high social value of fostering a sense of solidarity for the people especially the young generation, and ask each other in joy and sorrow. (Jak)Sehari pasca-Nyepi, ada sebuah tradisi unik yang selalu digelar oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, yakni omed-omedan atau ciuman massal antara pemuda dan pemudi desa, yang mana dalam acara ini bertujuan sebagai wujud kebahagiaan di hari ngembak geni. Dalam bahasa indonesia, omed-omedan berarti tarik-menarik. “Omed-omedan merupakan budaya leluhur yang sampai saat ini terus di lestarikan.

Peserta omed-omedan adalah pemuda-pemudi mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah. Prosesi omed-omedan dimulai ditandai  dengan persembahyangan bersama antar peserta omed – omedan di pura banjar. Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.

Dalam acara omed-omedanpun ada aturannya, salah satunya adalah tidak boleh berciuman terlalu lama, karena ada sesepuh adat yang akan menghentikan ciuman kedua pemuda-pemudi tersebut, hal itu ditandai dengan disiramnya kedua pemuda-pemudi tersebut dengan air oleh sesepuh adat, dan itu menandakan harus dilepas atau disudahi ciumannya yang berlangsung dalam beberapa detik saja. Tradisi ini memberi makna penghormatan tehadap leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Juga memiliki nilai sosial tinggi memupuk rasa kesetiakawanan warga khususnya generasi muda untuk saling memberi dan meminta dalam suka dan duka. (Jak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

August 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Asian Art