Menikmati Agrowisata Di Kaki Gunung Rinjani
February 2, 2016 (No Comments) by D'traveller

Bukit Selong

Travelistasia.com, Lombok – Pagi itu langit biru menyelimuti kota Mataram tak ada awan kelabu yang menutupi keindahan warna biru khasnya. padahal memasuki penghujung tahun yang seharusnya sudah mulai musim penghujan, tetapi memang alam berkata lain. Hati yang mulai tak sabar memacu untuk melangkahkan kaki menjelajahi setiap keindahan Lombok setelah tentang destinasi perbukitan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani. Segelas kopi dan candaan mengawali hari yang baik untuk bersiap menuju Sembalun, Lombok Timur, yang ditempuh 2 jam dari kota Mataram.

Kurang lebih menempuh 1 jam perjalanan, mobil melaju perlahan dan berhenti di sebuah warung kecil yang menjajakan makanan khas Sasak yang ramai pengunjung. Ayam Rarang, sebutan Rarang karena memang warung ini terletak di desa Rarang. Potongan ayam yang di olah dengan bumbu-bumbu rahasia khas sasak yang pedas rasanya cocok untuk makan siang hari ini.

Ayam Rarang, ayam yang diolah dengan bumbu khas suku Sasak

Ayam Rarang, ayam yang diolah dengan bumbu khas suku Sasak

Kenyang menikmati Ayam Rarang, saatnya melanjutkan kembali perjalanan. Hingga tertidur pulas, hawa sejuk mulai terasa mesin kendaraan terdengar menderung melintasi jalan yang menanjak naik. Suara-suara khas hutan mulai terdengar, ternyata beruntung saya menemui hewan mamalia Lutung, kelompok primata yang membentuk genus Trachypithecus yang kerap ditemukan di wilayah Asia Tenggara.

Lutung di Taman Nasional Gunung Rinjani

Lutung di Taman Nasional Gunung Rinjani

Lutung hidup di hutan hujan, berbadan langsing dan berekor panjang, termasuk herbivora yang makan dedaunan, buah dan kuncup bunga. Warna tubuhnya berlainan tergantung speciesnya, dari hitam, kelabu hingga kuning keemasan. Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20 yang dipimpin oleh seekor jantan. Suara pejantan ini sangat nyaring, ditujukan terutama untuk mengiatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Saya sangat beruntung bisa mengabadikannya, apalagi sang betina sedang membawa anaknya lompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Dimana kata teman seperjalanan, banyak orang yang ingin memotret Lutung disini tetapi tidak pernah ketemu, karena setiap ada kedatangan manusia mereka langsung bersembunyi, jadi kita sangat beruntung bisa ketemu.

Pemandangan agrowisata desa Sembalun dari Bukit Selong

Pemandangan agrowisata desa Sembalun dari Bukit Selong

Hingga sampai di sebuah penginapan Sembalun Lodge, desa Sembalun Lawang, kegagahan Taman Nasional Gunung Rinjani sudah tampak walaupun masih sekitar kaki pegunungan. Perbukitan hijau nan asri, lanskap desa Sembalun yang memesona membuat hati merasa nyaman melihatnya. Perlahan saya mencoba menyusuri desa Sembalun ini.

Rumah Adat Suku Sasak di desa Sembalun

Rumah Adat Suku Sasak di desa Sembalun

Hingga teman mengajak untuk mendaki bukit Selong untuk melihat areal perkebunan yang mempunyai pola persegi tersebar luas di sekitar sini. Areal yang tengah dikembangkan menjadi sebuah agrowisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang menjadi daya tarik yang tiada duanya.

Paralayang di agrowisata desa Sembalun

Paralayang di agrowisata desa Sembalun

Teman-teman para penggiat pariwisata di desa Sembalun ini ternyata menghiasi daerah ini dengan sport tourism yakni Paralayang. Disini ada beberapa spot untuk paralayang di bukit Selong, bukit Pergangsingan, bukit Lenteng Marpar dan bukit Telaga yang mempunyai sensasi dan pemandangan berbeda-beda. Lanskap areal perkebunan yang memesona dipadu dengan kegagahan gunung Rinjani membuat banyak para pecinta paralayang kerap terbang menikmati pemandangan Sembalun dari udara yang sungguh luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art

Menikmati Agrowisata Di Kaki Gunung Rinjani
February 2, 2016 (No Comments) by D'traveller

Bukit Selong

Travelistasia.com, Lombok – Pagi itu langit biru menyelimuti kota Mataram tak ada awan kelabu yang menutupi keindahan warna biru khasnya. padahal memasuki penghujung tahun yang seharusnya sudah mulai musim penghujan, tetapi memang alam berkata lain. Hati yang mulai tak sabar memacu untuk melangkahkan kaki menjelajahi setiap keindahan Lombok setelah tentang destinasi perbukitan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani. Segelas kopi dan candaan mengawali hari yang baik untuk bersiap menuju Sembalun, Lombok Timur, yang ditempuh 2 jam dari kota Mataram.

Kurang lebih menempuh 1 jam perjalanan, mobil melaju perlahan dan berhenti di sebuah warung kecil yang menjajakan makanan khas Sasak yang ramai pengunjung. Ayam Rarang, sebutan Rarang karena memang warung ini terletak di desa Rarang. Potongan ayam yang di olah dengan bumbu-bumbu rahasia khas sasak yang pedas rasanya cocok untuk makan siang hari ini.

Ayam Rarang, ayam yang diolah dengan bumbu khas suku Sasak

Ayam Rarang, ayam yang diolah dengan bumbu khas suku Sasak

Kenyang menikmati Ayam Rarang, saatnya melanjutkan kembali perjalanan. Hingga tertidur pulas, hawa sejuk mulai terasa mesin kendaraan terdengar menderung melintasi jalan yang menanjak naik. Suara-suara khas hutan mulai terdengar, ternyata beruntung saya menemui hewan mamalia Lutung, kelompok primata yang membentuk genus Trachypithecus yang kerap ditemukan di wilayah Asia Tenggara.

Lutung di Taman Nasional Gunung Rinjani

Lutung di Taman Nasional Gunung Rinjani

Lutung hidup di hutan hujan, berbadan langsing dan berekor panjang, termasuk herbivora yang makan dedaunan, buah dan kuncup bunga. Warna tubuhnya berlainan tergantung speciesnya, dari hitam, kelabu hingga kuning keemasan. Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20 yang dipimpin oleh seekor jantan. Suara pejantan ini sangat nyaring, ditujukan terutama untuk mengiatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Saya sangat beruntung bisa mengabadikannya, apalagi sang betina sedang membawa anaknya lompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Dimana kata teman seperjalanan, banyak orang yang ingin memotret Lutung disini tetapi tidak pernah ketemu, karena setiap ada kedatangan manusia mereka langsung bersembunyi, jadi kita sangat beruntung bisa ketemu.

Pemandangan agrowisata desa Sembalun dari Bukit Selong

Pemandangan agrowisata desa Sembalun dari Bukit Selong

Hingga sampai di sebuah penginapan Sembalun Lodge, desa Sembalun Lawang, kegagahan Taman Nasional Gunung Rinjani sudah tampak walaupun masih sekitar kaki pegunungan. Perbukitan hijau nan asri, lanskap desa Sembalun yang memesona membuat hati merasa nyaman melihatnya. Perlahan saya mencoba menyusuri desa Sembalun ini.

Rumah Adat Suku Sasak di desa Sembalun

Rumah Adat Suku Sasak di desa Sembalun

Hingga teman mengajak untuk mendaki bukit Selong untuk melihat areal perkebunan yang mempunyai pola persegi tersebar luas di sekitar sini. Areal yang tengah dikembangkan menjadi sebuah agrowisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang menjadi daya tarik yang tiada duanya.

Paralayang di agrowisata desa Sembalun

Paralayang di agrowisata desa Sembalun

Teman-teman para penggiat pariwisata di desa Sembalun ini ternyata menghiasi daerah ini dengan sport tourism yakni Paralayang. Disini ada beberapa spot untuk paralayang di bukit Selong, bukit Pergangsingan, bukit Lenteng Marpar dan bukit Telaga yang mempunyai sensasi dan pemandangan berbeda-beda. Lanskap areal perkebunan yang memesona dipadu dengan kegagahan gunung Rinjani membuat banyak para pecinta paralayang kerap terbang menikmati pemandangan Sembalun dari udara yang sungguh luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art