Senja, Ketika Alam Menebar Pesona
December 20, 2015 (2 Comments) by D'traveller
Senja di Pulau Panjang

Senja di Pulau Panjang

Travelistasia.com, Aceh Singkil – Pagi itu, perahu motor yang akan mengantar kami menuju kepulauan Banyak telah menunggu di dermaga. Setelah sehari sebelumnya, 8 jam sudah perjalanan dari Bandar Udara Kualamu, Medan, Sumatera Utara, menuju Kabupaten Aceh Singkil melalui jalur darat yang cukup menguras tenaga. Dimana sewaktu malamnya, kami juga disambut hangat oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi SH, dirumah jabatannya dengan gelaran tarian Dampeng, yang bermaksud sebagai tarian penyambutan tamu-tamu yang singgah di Kabupaten Aceh Singkil ini.

Tarian Dampeng, tarian yang ditampilkan sebagai pendamping para tamu-tamu yang singgah di Aceh Singkil.

Tarian Dampeng, tarian yang ditampilkan sebagai pendamping para tamu-tamu yang singgah di Aceh Singkil.

Perlahan, anak buah kapal mulai melepaskan ikatan tali yang terikat di bibir dermaga. Jangkar mulai naik, deru kapal semakin cepat melintasi perairan lautan. Batas air laut berwarna biru dan cokelat tampak terlihat, dimana air cokelat yang bermuara ke Aceh Singkil berasal dari sungai Alas yang hulunya pegunungan Leuzer. Suara teman yang ada di dek kapal terdengar keras, ia berteriak “ada Dolphin”, tetapi sayang kami tak sempat mengabadikan momentum tersebut.

Talent : Mas Bolang

Talent : Mas Bolang

Tetapi bagi beberapa masyarakat pesisir sangat percaya bahwa hewan mamalia laut yang ramah, lucu, cerdas dan teliti ini mungkin sebagai tanda sambutan selamat datang bagi kami. Karena memang kemampuan Dolphin yang luar biasa, suka menolong manusia yang tersesat di perairan, membimbing dan mengetahui kapan bencana gempa dan cuaca yang kurang baik akan terjadi ini, sering dijadikan sebagai lambang persahabatan oleh manusia. Saya sangat mempercayai dan hal itu terbukti di perjalanan inilah awal dari persahabatan bagi kami semua.

Talent : Josefine Yaputri

Talent : Josefine Yaputri

Kurangnya istirahat selama kemarin, 3 jam lamanya kami terayun di atas kapal hingga tertidur pulas. Tak lama deru kapal motor mulai perlahan membangunkan kami, lanskap kehidupan pesisir mulai tampak di mata kami. Keramba, perahu-perahu kecil yang melintas, masjid dan rumah-rumah yang berjajar di sepanjang bibir pulau mulai terlihat. Burung Elang laut seakan berputar di atas kapal menyambut kami hingga bersandar di Pulau Balai.

Lanskap pulau Balai

Lanskap pulau Balai

Usai menaruh barang dan makan siang di Homestay Nanda yang per malamnya mulai dari 80 ribu – 200 ribu rupiah, sambil mengemas barang-barang yang akan dibawa, sesekali melihat anak-anak pulang sekolah diantar orangtuanya menggunakan perahu kecil melintas di depan kami. Juga beberapa anak-anak kecil yang mencoba peruntungannya dengan memancing ikan-ikan kecil di bibir dermaga menjadi objek foto human interest yang sangat mengasikkan.

10

Segelas kopi yang menghangatkan tubuh dan beberapa candaan yang mengundang tawa teman-teman terasa cukup mengawali hari yang indah untuk memulai menjelajahi keelokan Kepulauan Banyak ini. Pukul 13.00 WIB, deru kapal motor kami mulai meninggalkan pulau Balai, Selama 45 menit perjalanan menuju destinasi pertama yang akan kami datangi yakni Pulau Panjang sungguh tak terasa.

Pulau Panjang

Pulau Panjang

Perjalanan yang terasa singkat, diisi oleh aktifitas teman-teman menyiapkan segala keperluan properti untuk fotografi agar unsur manusia dan alam menjadi sangat memesona sebagai interaksi mereka menikmati alam yang indah ini. Mulai dari mempersiapkan segala peralatan fotografi, videografi, hammock, hingga kasur udara yang akan mereka gunakan sebagai salah satu properti yang akan digunakan di pantai.

Kepulauan Banyak memang terdiri dari gugusan pulau-pulau yang mempunyai luas keseluruhan 27,196 Ha yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di sebelah ujung barat pulau Sumatera. Nah, dari 86 pulau yang tersebar di Kepulauan Banyak ini salah satunya Pulau Panjang yang menjadi destinasi pertama yang kami kunjungi.

Bermain di Pulau Panjang

Bermain di Pulau Panjang

Disebut pulau Panjang memang karena bentuknya yang memanjang dibandingkan pulau-pulau lain disekitarnya. Pasir putih yang terhampar dan terumbu karang yang sungguh terjaga kelestariannya membuat saya dan teman-teman asik menjelajahi setiap sisi di pulau ini. Usai mengabadikan lanskap pulau tak lupa kamera underwater akhirnya keluar dari tas saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Walaupun dari permukaan tampak banyaknya Ubur-ubur mini, tapi kejernihan air laut di sekitar bibir pantai Pulau Panjang dan cantiknya terumbu karang terasa menghipnotis untuk tetap snorkeling. Alhasil, rasa sedikit gatal di badan akibat sengatan Ubur-ubur mini tak terasa, terobati oleh keindahan terumbu karang dan ikan-ikan disini.

Talent : Satya Winnie Sidabutar

Talent : Satya Winnie Sidabutar

Banyaknya pulau yang kami kunjungi disini seperti pulau Asok dalam bahasa sekitar, Asok berarti asap. Konon pulau Asok dahulunya ada sebuah makam wali atau pemuka agama Islam yang dikuburkan disini, dan kuburannya mengeluarkan asap. Hingga saat ini kuburan dari wali tersebut masih ada, tetapi sudah tak mengeluarkan asap lagi. Menurut orang-orang disekitar kepulauan Banyak, dulunya taka da orang yang berani singgah di pulau ini karena takut dan sakral. Tetapi seiring perkembangan pariwisata di Kepulauan Banyak ini, hal itu tertepis oleh keindahan pulau Asok yang memesona.

Talent : Rijal Fahmi Mohammadi

Talent : Rijal Fahmi Mohammadi

Lalu pulau Tailana, disini terdapat resort karena kesederhanaan penginapannya inilah banyak wisatawan mancanegara singgah lama disini. Pulau yang eksotis dan ragam hiburan yakni surfing dan snorkeling menjadi salah satu pulau primadona di kepulauan Banyak ini. Bahkan yang menarik lagi tidak ada nyamuk seperti di pulau-pulau lain.

Talent : Himawan

Talent : Himawan

Hari mulai senja, rona merah yang tergambar di langit mulai tampak dan sang mentari bersiap mulai mengakhiri tugasnya di hari ini. Kami pun bersiap mencari spot sunset di sekitar pulau Panjang. Sang kapten kapal mulai mencari titik daratan agar perahu yang kami tumpangi dapat bersandar.

Talent : Fiona Callaghan

Talent : Fiona Callaghan

Walaupun tak dapat momentum bulatnya matahari yang tengah merah merona karena tertutup awan, tetapi alam berkata lain. Awan-awan tipis terbias cahaya matahari berpadu birunya langit menjadi lembayung senja yang luar biasa. Shutter kamera tak henti-hentinya saya tekan, seperti tak mau kehilangan momentum yang indah ini. Sesekali mengabadikan gambar teman-teman tengah berpose cantik berlatar belakang senja.

Talent : Swastika Nohara

Talent : Swastika Nohara

Sungguh rasa lelah berjam-jam untuk sampai di Kepulauan Banyak tarbayar sudah. Manusia hanya dapat berusaha untuk bisa dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta. Ketika manusia sudah berusaha untuk berinteraksi, alam pun akan welas asih kepada manusia dengan menebar pesonanya untuk diabadikan dalam lukisan cahaya (fotografi).

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art

Senja, Ketika Alam Menebar Pesona
December 20, 2015 (2 Comments) by D'traveller
Senja di Pulau Panjang

Senja di Pulau Panjang

Travelistasia.com, Aceh Singkil – Pagi itu, perahu motor yang akan mengantar kami menuju kepulauan Banyak telah menunggu di dermaga. Setelah sehari sebelumnya, 8 jam sudah perjalanan dari Bandar Udara Kualamu, Medan, Sumatera Utara, menuju Kabupaten Aceh Singkil melalui jalur darat yang cukup menguras tenaga. Dimana sewaktu malamnya, kami juga disambut hangat oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi SH, dirumah jabatannya dengan gelaran tarian Dampeng, yang bermaksud sebagai tarian penyambutan tamu-tamu yang singgah di Kabupaten Aceh Singkil ini.

Tarian Dampeng, tarian yang ditampilkan sebagai pendamping para tamu-tamu yang singgah di Aceh Singkil.

Tarian Dampeng, tarian yang ditampilkan sebagai pendamping para tamu-tamu yang singgah di Aceh Singkil.

Perlahan, anak buah kapal mulai melepaskan ikatan tali yang terikat di bibir dermaga. Jangkar mulai naik, deru kapal semakin cepat melintasi perairan lautan. Batas air laut berwarna biru dan cokelat tampak terlihat, dimana air cokelat yang bermuara ke Aceh Singkil berasal dari sungai Alas yang hulunya pegunungan Leuzer. Suara teman yang ada di dek kapal terdengar keras, ia berteriak “ada Dolphin”, tetapi sayang kami tak sempat mengabadikan momentum tersebut.

Talent : Mas Bolang

Talent : Mas Bolang

Tetapi bagi beberapa masyarakat pesisir sangat percaya bahwa hewan mamalia laut yang ramah, lucu, cerdas dan teliti ini mungkin sebagai tanda sambutan selamat datang bagi kami. Karena memang kemampuan Dolphin yang luar biasa, suka menolong manusia yang tersesat di perairan, membimbing dan mengetahui kapan bencana gempa dan cuaca yang kurang baik akan terjadi ini, sering dijadikan sebagai lambang persahabatan oleh manusia. Saya sangat mempercayai dan hal itu terbukti di perjalanan inilah awal dari persahabatan bagi kami semua.

Talent : Josefine Yaputri

Talent : Josefine Yaputri

Kurangnya istirahat selama kemarin, 3 jam lamanya kami terayun di atas kapal hingga tertidur pulas. Tak lama deru kapal motor mulai perlahan membangunkan kami, lanskap kehidupan pesisir mulai tampak di mata kami. Keramba, perahu-perahu kecil yang melintas, masjid dan rumah-rumah yang berjajar di sepanjang bibir pulau mulai terlihat. Burung Elang laut seakan berputar di atas kapal menyambut kami hingga bersandar di Pulau Balai.

Lanskap pulau Balai

Lanskap pulau Balai

Usai menaruh barang dan makan siang di Homestay Nanda yang per malamnya mulai dari 80 ribu – 200 ribu rupiah, sambil mengemas barang-barang yang akan dibawa, sesekali melihat anak-anak pulang sekolah diantar orangtuanya menggunakan perahu kecil melintas di depan kami. Juga beberapa anak-anak kecil yang mencoba peruntungannya dengan memancing ikan-ikan kecil di bibir dermaga menjadi objek foto human interest yang sangat mengasikkan.

10

Segelas kopi yang menghangatkan tubuh dan beberapa candaan yang mengundang tawa teman-teman terasa cukup mengawali hari yang indah untuk memulai menjelajahi keelokan Kepulauan Banyak ini. Pukul 13.00 WIB, deru kapal motor kami mulai meninggalkan pulau Balai, Selama 45 menit perjalanan menuju destinasi pertama yang akan kami datangi yakni Pulau Panjang sungguh tak terasa.

Pulau Panjang

Pulau Panjang

Perjalanan yang terasa singkat, diisi oleh aktifitas teman-teman menyiapkan segala keperluan properti untuk fotografi agar unsur manusia dan alam menjadi sangat memesona sebagai interaksi mereka menikmati alam yang indah ini. Mulai dari mempersiapkan segala peralatan fotografi, videografi, hammock, hingga kasur udara yang akan mereka gunakan sebagai salah satu properti yang akan digunakan di pantai.

Kepulauan Banyak memang terdiri dari gugusan pulau-pulau yang mempunyai luas keseluruhan 27,196 Ha yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di sebelah ujung barat pulau Sumatera. Nah, dari 86 pulau yang tersebar di Kepulauan Banyak ini salah satunya Pulau Panjang yang menjadi destinasi pertama yang kami kunjungi.

Bermain di Pulau Panjang

Bermain di Pulau Panjang

Disebut pulau Panjang memang karena bentuknya yang memanjang dibandingkan pulau-pulau lain disekitarnya. Pasir putih yang terhampar dan terumbu karang yang sungguh terjaga kelestariannya membuat saya dan teman-teman asik menjelajahi setiap sisi di pulau ini. Usai mengabadikan lanskap pulau tak lupa kamera underwater akhirnya keluar dari tas saya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Walaupun dari permukaan tampak banyaknya Ubur-ubur mini, tapi kejernihan air laut di sekitar bibir pantai Pulau Panjang dan cantiknya terumbu karang terasa menghipnotis untuk tetap snorkeling. Alhasil, rasa sedikit gatal di badan akibat sengatan Ubur-ubur mini tak terasa, terobati oleh keindahan terumbu karang dan ikan-ikan disini.

Talent : Satya Winnie Sidabutar

Talent : Satya Winnie Sidabutar

Banyaknya pulau yang kami kunjungi disini seperti pulau Asok dalam bahasa sekitar, Asok berarti asap. Konon pulau Asok dahulunya ada sebuah makam wali atau pemuka agama Islam yang dikuburkan disini, dan kuburannya mengeluarkan asap. Hingga saat ini kuburan dari wali tersebut masih ada, tetapi sudah tak mengeluarkan asap lagi. Menurut orang-orang disekitar kepulauan Banyak, dulunya taka da orang yang berani singgah di pulau ini karena takut dan sakral. Tetapi seiring perkembangan pariwisata di Kepulauan Banyak ini, hal itu tertepis oleh keindahan pulau Asok yang memesona.

Talent : Rijal Fahmi Mohammadi

Talent : Rijal Fahmi Mohammadi

Lalu pulau Tailana, disini terdapat resort karena kesederhanaan penginapannya inilah banyak wisatawan mancanegara singgah lama disini. Pulau yang eksotis dan ragam hiburan yakni surfing dan snorkeling menjadi salah satu pulau primadona di kepulauan Banyak ini. Bahkan yang menarik lagi tidak ada nyamuk seperti di pulau-pulau lain.

Talent : Himawan

Talent : Himawan

Hari mulai senja, rona merah yang tergambar di langit mulai tampak dan sang mentari bersiap mulai mengakhiri tugasnya di hari ini. Kami pun bersiap mencari spot sunset di sekitar pulau Panjang. Sang kapten kapal mulai mencari titik daratan agar perahu yang kami tumpangi dapat bersandar.

Talent : Fiona Callaghan

Talent : Fiona Callaghan

Walaupun tak dapat momentum bulatnya matahari yang tengah merah merona karena tertutup awan, tetapi alam berkata lain. Awan-awan tipis terbias cahaya matahari berpadu birunya langit menjadi lembayung senja yang luar biasa. Shutter kamera tak henti-hentinya saya tekan, seperti tak mau kehilangan momentum yang indah ini. Sesekali mengabadikan gambar teman-teman tengah berpose cantik berlatar belakang senja.

Talent : Swastika Nohara

Talent : Swastika Nohara

Sungguh rasa lelah berjam-jam untuk sampai di Kepulauan Banyak tarbayar sudah. Manusia hanya dapat berusaha untuk bisa dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta. Ketika manusia sudah berusaha untuk berinteraksi, alam pun akan welas asih kepada manusia dengan menebar pesonanya untuk diabadikan dalam lukisan cahaya (fotografi).

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Asian Art