Traditional Memorial Cemetery on Earth TorajaUpacara Adat Pemakaman di Bumi Toraja
July 19, 2013 (No Comments) by D'traveller

Rambu Solo means a funeral is the most festive event of the earth traditional Toraja, South Celebes. Because in this ceremony takes many days to celebrate and usually takes 2-3 days, even up to two weeks for certain circles as the nobility. Grave itself is made in the top of the cliff at the height of the rock, because according to the belief Aluk To Dolo first Toraja society, the higher the place the remains were laid then the sooner his soul to nirvana.

Offerings in this ceremony is divided into individual segments of society. When the nobleman who died, the number of buffalo to be cut range from 24 to 100 buffaloes, while the middle class citizens are required to slaughter buffaloes 8 plus 50 pigs.

Then, what if a family has not been able to perform traditional ceremonies which cost quite a lot? It remained to be done and wait until the family actually able to implement it.

Therefore for people who have not been able to, the body should not be buried in his family or on high cliffs. Hence, the body often kept for years in Tongkonan (Toraja traditional house) until finally the family of the deceased / deceased can prepare sacrificial animals.

But for adherents of Christianity and Islam today, the bodies can be buried in the ground first, then dug up again after the family ready for this ceremony. For the Toraja people, prior to the ceremony Rambu Solo ‘then the person who died was regarded as the sick and the dead have not got a degree. Because the status is still sick, then the dead must be treated and treated like people who are still alive, like with her, providing food and beverage, tobacco or betel and it was done up of the family is ready to implement the Rambu Solo ceremonies. (Jak)

Rambu Solo’ bermakana sebagai upacara penguburan yang merupakan acara tradisi paling meriah di bumi Toraja, Sulawesi Selatan

. Karena dalam upacara ini banyak memakan waktu berhari-hari untuk merayakannya dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari, bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan tertentu seperti kaum bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu, karena menurut Aluk To Dolo yakni kepercayaan masyarakat Toraja dulu, semakin tinggi tempat jenazah tersebut diletakkan maka semakin cepat pula rohnya sampai ke nirwana.

Persembahan dalam upacara adat ini dibagi dalam masing-masing golongan masyarakat. Bila bangsawan yang meninggal dunia, maka jumlah kerbau yang akan dipotong berkisar dari 24 sampai dengan 100 ekor kerbau, sedangkan warga golongan menengah diharuskan menyembelih 8 ekor kerbau ditambah dengan 50 ekor babi.

Lalu, bagimana jika sebuah keluarga belum mampu untuk melakukan upacara adat yang menghabiskan biaya lumayan banyak? Hal itu tetap harus dilakukan dan menunggu sampai keluarga tersebut benar-benar mampu melaksanakannya.

Oleh karenanya bagi masyarakat yang belum mampu, jenazah keluarganya tidak boleh dikuburkan di tebing atau di tempat tinggi. Makanya, tak jarang jenazah disimpan selama bertahun-tahun di Tongkonan (rumah adat Toraja) sampai akhirnya keluarga almarhum/ almarhumah dapat menyiapkan hewan kurban.

Namun bagi penganut agama Nasrani dan Islam kini, jenazah dapat dikuburkan dulu di tanah, lalu digali kembali setelah pihak keluarganya siap untuk melaksanakan upacara ini. Bagi masyarakat Toraja, sebelum terjadinya upacara Rambu Solo’ maka orang yang meninggal itu dianggap sebagai orang sakit dan belum mendapat gelar orang meninggal. Karena statusnya masih sakit, maka orang yang sudah meninggal harus dirawat dan diperlakukan layaknya orang yang masih hidup, seperti menemaninya, menyediakan makanan-minuman, rokok atau sirih dan hal itu dilakukan sampai dari pihak keluarga siap untuk melaksanakan upacara adat Rambu Solo tersebut. (Jak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Asian Art

Traditional Memorial Cemetery on Earth TorajaUpacara Adat Pemakaman di Bumi Toraja
July 19, 2013 (No Comments) by D'traveller

Rambu Solo means a funeral is the most festive event of the earth traditional Toraja, South Celebes. Because in this ceremony takes many days to celebrate and usually takes 2-3 days, even up to two weeks for certain circles as the nobility. Grave itself is made in the top of the cliff at the height of the rock, because according to the belief Aluk To Dolo first Toraja society, the higher the place the remains were laid then the sooner his soul to nirvana.

Offerings in this ceremony is divided into individual segments of society. When the nobleman who died, the number of buffalo to be cut range from 24 to 100 buffaloes, while the middle class citizens are required to slaughter buffaloes 8 plus 50 pigs.

Then, what if a family has not been able to perform traditional ceremonies which cost quite a lot? It remained to be done and wait until the family actually able to implement it.

Therefore for people who have not been able to, the body should not be buried in his family or on high cliffs. Hence, the body often kept for years in Tongkonan (Toraja traditional house) until finally the family of the deceased / deceased can prepare sacrificial animals.

But for adherents of Christianity and Islam today, the bodies can be buried in the ground first, then dug up again after the family ready for this ceremony. For the Toraja people, prior to the ceremony Rambu Solo ‘then the person who died was regarded as the sick and the dead have not got a degree. Because the status is still sick, then the dead must be treated and treated like people who are still alive, like with her, providing food and beverage, tobacco or betel and it was done up of the family is ready to implement the Rambu Solo ceremonies. (Jak)

Rambu Solo’ bermakana sebagai upacara penguburan yang merupakan acara tradisi paling meriah di bumi Toraja, Sulawesi Selatan

. Karena dalam upacara ini banyak memakan waktu berhari-hari untuk merayakannya dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari, bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan tertentu seperti kaum bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu, karena menurut Aluk To Dolo yakni kepercayaan masyarakat Toraja dulu, semakin tinggi tempat jenazah tersebut diletakkan maka semakin cepat pula rohnya sampai ke nirwana.

Persembahan dalam upacara adat ini dibagi dalam masing-masing golongan masyarakat. Bila bangsawan yang meninggal dunia, maka jumlah kerbau yang akan dipotong berkisar dari 24 sampai dengan 100 ekor kerbau, sedangkan warga golongan menengah diharuskan menyembelih 8 ekor kerbau ditambah dengan 50 ekor babi.

Lalu, bagimana jika sebuah keluarga belum mampu untuk melakukan upacara adat yang menghabiskan biaya lumayan banyak? Hal itu tetap harus dilakukan dan menunggu sampai keluarga tersebut benar-benar mampu melaksanakannya.

Oleh karenanya bagi masyarakat yang belum mampu, jenazah keluarganya tidak boleh dikuburkan di tebing atau di tempat tinggi. Makanya, tak jarang jenazah disimpan selama bertahun-tahun di Tongkonan (rumah adat Toraja) sampai akhirnya keluarga almarhum/ almarhumah dapat menyiapkan hewan kurban.

Namun bagi penganut agama Nasrani dan Islam kini, jenazah dapat dikuburkan dulu di tanah, lalu digali kembali setelah pihak keluarganya siap untuk melaksanakan upacara ini. Bagi masyarakat Toraja, sebelum terjadinya upacara Rambu Solo’ maka orang yang meninggal itu dianggap sebagai orang sakit dan belum mendapat gelar orang meninggal. Karena statusnya masih sakit, maka orang yang sudah meninggal harus dirawat dan diperlakukan layaknya orang yang masih hidup, seperti menemaninya, menyediakan makanan-minuman, rokok atau sirih dan hal itu dilakukan sampai dari pihak keluarga siap untuk melaksanakan upacara adat Rambu Solo tersebut. (Jak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

handphone-tablet

Video

FANS PAGE FACEBOOK

Category

Calendar

December 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Asian Art